Latest Post

Tips Merawat CD/DVD/HD-DVD/Blu-Ray Supaya Lebih Awet

Compact Disk (CD) telah menjadi media penyimpanan yang umum digunakan baik untuk menyimpan data sementara dan dapat dibawa dengan mudah atau portable maupun sebagai media media penyimpanan data backup.

Walaupun kegunakaan CD agak tergeser dengan adanya DVD, HD-DVD dan bahkan Blu-Ray, namun keempat media penyimpanan ini masih memiliki kualitas yang hampir sama -perbedaan hanya terletak pada kapasitas penyimpannya. DVD, HD-DVD dan Blu-Ray berkapasitas lebih besar dibandingkan CD. Tetapi cara penggunaan / penyimpanan / perawatannya tetaplah sama.
Berikut ini Tips merawat CD dan DVD:
1. Perhatikan Warna Lapisan Pemantul
Agar CD dan DVD saat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah, Anda dianjurkan mencari CD/DVD yang lapisan pemantulnya berwarna silver (perak) atau agak keemasan. Anda jangan pernah memilih pemantul yang berwarna-warni (biru, merah apalagi hitam). Sebab lapisan pemantul ini berperan dalam pembacaan data dari CD/DVD yang telah ditulis. CD/DVD yang berwarna-warni kemungkinan tidak ada kendala saat penulisan (write) oleh CD/DVD burner, namun ada kemungkinan akan susah saat dibaca.
2. Bakar Di Bawah Kecepatan Maksimal.
Bakarlah (burn) CD/DVD yang Anda beli dibawah kecepatan maksimal yang tercantum di software burner (NERO, ROXIO, dsb). Jangan pernah percaya tentang kecepatan maksimum yang tertulis di label CD/DVD. Sebab meskipun tertulis 52x, tapi seringkal setelah dianalisa oleh CD/DVD burner melalui software burner, biasanya nilai tulis itu akan turun. Untuk kebutuhan kompatibiitas pembacaan, pilih kecepatan burning 10x/12x saja -walaupun hal ini akan berdampak pada waktu proses pembakaran. Selain itu, hal ini juga dapat mengantisipasi apabila CD/DVD tesebut akan dibaca dari device CD/DVD ROM dengan spesifikasi baca (read) lebih rendah -yang masih banyak digunakan.
3. Isian Data Jangan Sampai Full
Usahakan ketika pengisian data jangan sampai full, berilah ruang kosong (free space) beberapa mega byte.
4. Simpan Dalam Plastik Khusus
Setelah dibakar/dibaca, usahakan CD/DVD disimpan ke dalam plastik khusus untuk menghindari debu atau goresan. Simpan CD/DVD ditempat yang kering dan gelap, usahakan jangan lembab atau terkena sinar matahari langsung karena akan merusak lapisan pemantul sehingga CD/DVD sulit dibaca.
5. Jangan Ditekan
Jangan menulis label CD/DVD dengan pulpen, usahakan dengan spidol permanent pada bagian labelnya.
6. Perhatikan Cara Membersihkannya
Sebelum dimasukan untuk dibaca usahakan CD/DVD dibersihkan dari debu dan gunakan kain halus yang biasa untuk membersihkan kacamata. Hindari penggunaan tissue ala kadarnya atau baju untuk membersihkannya, hal ini guna menguhindarimunculnya goresa pada disk yang menyebabkan CD/DVD tidak dapat dibaca.
 

Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang

Buat yang belum bisa untuk install ulang OS di Computernya dan blum tau gimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan dan eror yang terdapat pada OS Windows Xp, dibawah ini ada cara-cara dan tips untuk memperbaikinya jika OS Windows XP di PC anda ngulah tanpa perlu melakukan Instalasi ulang.

Memperbaiki Instalasi ( Repair Install )

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting, Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan) yang awal. Kemudian …

Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
bukan yang pertama.
Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
Ini akan memulai perbaikan.
Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
* Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,

Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation

Ketika ditanya, klik tombol Next
Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
Komputer akan restart.
Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:

Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
Biasanya #1
Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
Tulis: CD i386
Tulis : expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
Selesai

HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
Biasanya #1
Tulis : bootcfg /list

Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini

Tulis: bootcfg /rebuild untuk Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
Biasanya #1
Masukkan password administrator jika diperlukan.
Tulis: cd \windows\system32\config
Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
Tulis : ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
Tulis: copy \windows\repair\system
Tulis: copy \windows\repair\software
Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

1. Untuk partisi tipe FAT

Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

2. Untuk partisi tipe NTFS

Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
Biasanya #1
Masukkan password administrator jika diperlukan.
Masukkan perintah berikut, dimana X : adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C:\
Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Selamat mencoba
 

Menonaktifkan User Account Control di Windows 7

Pada windows 7 karena fasilitas dari User Account Control sangat mengganggu kegiatan dari pengguna karena system akan memberikan peringatan-peringatan saat kita membuka file, menginstall file atau menjalankan sebuah aplikasi yang ada di sistem kita, walaupun sebenarnya fasilitas tersebut sangat membantu untuk keamanan system kita.
Peringatan tersebut dapat di nonaktifkan dengan beberapa cara antara lain :
Melalui Control Panel
  • Masuk ke  Control Panel. Di Windows 7, ada beberapa macam cara untuk mengakses User Account Control (UAC) sebagai berikut:
  1. Start Menu -> Control Panel -> User Accounts and Family Safety -> User Account.
  2. Start Menu -> Control Panel -> System and Security -> Action Center.
  3. Klik atau klik kanan ikon Bendera di notification area (system tray), kemudian pilih Open
  4. Ketik “MsConfig” (tanpa tanda petik) dalam Start Search untuk menjalankan System Configuration, kemudian pilih tab Tools, pilih Change UAC Settings, kemudian klik tombol Launch.
  • Klik pada link User Account Control Setting,
  • Geser slider bar ke posisi terendah (ke arah Never Notify), dengan deskripsi Never notify me.
  • Klik OK untuk menyimpan perubahan.
  • Restart Komputer untuk mengefektifkan perubahan User Access Control.
Dengan Regedit
  1. Jalankan Registry Editor (RegEdit).
  2. Temukan registri berikut HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
  3. Temukan entri REG_DWORD berikut: EnableLUA
  4. Ubah nilai EnableLUA menjadi 0.
  5. Langkah Tambahan; temukan entri REG_DWORD berikut: ConsentPromptBehaviorAdmin
  6. Tentukan nilai ConsentPromptBehaviorAdmin menjadi 0 (optional).
  7. Keluar dari Registry Editor dan restart Komputer untuk menonaktifkan UAC.
Melalui Group Policy
Para pengguna Windows 7 Ultimate, Business atau Enterprise yang memiliki fasilitas Local Group Policy, dapat memanfaatkan Group Policy untuk menonaktifkan UAC untuk PC Lokal atau beberapa komputer dalam suatu jaringan sekaligus.
  1. Ketik gpedit.msc dalam Start Search untuk menjalankan pengaturan Local Group Policy.
  2. Pilih: Computer Configuration -> Windows Settings -> Security Settings -> Local Policies -> Security Options
  3. Temukan setting berikut di sisi kanan panel: User Account Control: Behavior of the elevation prompt for administrators in Admin Approval Mode
  4. Ubah settingnya menjadi Elevate without prompt.
  5. Temukan setting berikut di sisi kanan panel: User Account Control: Detect application installations and prompt for elevation
  6. Ubah settingnya menjadi Disabled.
  7. Temukan setting berikut di sisi kanan panel: User Account Control: Run all administrators in Admin Approval Mode
  8. Ubah settingnya menjadi  Disabled.
  9. Temukan setting berikut di sisi kanan panel: ser Account Control: Only elevate UIAccess that are installed in secure locations
  10. Ubah settingnya menjadi Disabled.
  11.  Selanjutnya, Restart Komputer jika sudah selesai.
Gunakan trik ini bila anda yakin dengan keamanan data dan system windows anda.

Sumber : dunovteck
 

Mengatasi kerusakan BOOTMGR pada Windows 7

Munculnya pesan BOOTMGR is Missing pada Windows 7 biasanya disebabkan karena rusaknya boot manager pada windows 7 atau disebabkan karena proses shutdown tidak dilakukan dengan prosedur benar. Masalah ini mirip seperti munculnya pesan NTLDR is missing atau NTDETECT.COM not found pada windows XP.
Berikut cara untuk mengatasi BOOTMGR is missing pada Windows 7 :
  1. Boot dari DVD install WINDOWS 7 DVD
  2. Pilih Repair computer
  3. Pilih Cancel. Dimaksudkan agar proses repair lebih cepat,keluar dari repair wizard
  4. Kemudian akan ditampilkan layar Command Prompt, System Restore, Memory diagnostics, dll
  5. Pilih Command Prompt
  6. Ketikkan alamat DVD DRIVE anda pada command prompt
  7. Lalu tekan ENTER
  8. Kemudian ketikkan copy bootmgr c: ,jika anda menginstall windows 7 nya pada drive C,
  9. Lalu tekan ENTER
  10. Ketik exit dan tekan ENTER
  11. Reboot computer
  12. Pilih Start Windows Normally
 

Menangani Hardisk yang Rusak

Hardisk sebagai media penting tempat OS diinstall dan juga sebagai tempat data dan dokumen disimpan. Dimana komponen komputer yang satu ini sangat dibutuhkan dalam pengoperasian hardisk. Dengan kemajuan teknologi kapasitas penyimpanan semakin lama semakin bertambah.
Sebuah hard drive dapat mengalami kegagalan kerja, dapat disebabkan oleh berbagai alasan. Mode kegagalan yang paling umum terjadi pada hardisk dapat kita lihat dari daftar dibawah ini
1. Logika Circuit (controller) rusak.
  • Daya Tidak  mengalir pada konektor data (memerlukan penyolderan).
  • IC Spindle/lengan drive yang rusak (memerlukan penggantian Circuit logika, atau IC; perbaikan tambahan mungkin diperlukan tergantung pada penyebab kerusakan yang sebenarnya).
  • Piringan Hardisk Rusak (kotak piringan hardisk harus dibuka).
2. Komponen yang Bergerak mengalami kerusakan.
  • Head Hardisk Rusak.
  • Bantalan poros berhenti atau kerusakan motor spindle.
3. Firmware korupsi (memerlukan perangkat lunak khusus dan pengaturan koneksi yang khusus).
Kerusakan hardisk dapat dibagi menjadi 4 level, ini berdasarkan riset dan pengalaman  selama menangani kerusakan harddisk.
Level 1
Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.
  1. Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan diformat). /C digunakan untuk mebersihkan cluster yg rusak.
  2. Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik pembuat Harddisk.
  3. Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download  programnya.
  4. Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
  5. Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara membagi partisinya dan tidak menggunakan sector yang rusak.
Level 2
Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
  1. Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
  2. Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti GatDataback, Hdd Recovery, Partition Recovery dll.
Level 3
Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, dan selalu muncul pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.
Level 4
Kerusakan yang menyebabkan Harddisk tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh BIOS banyak cara.
  1. Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
  2. Mengganti IC pada mainboard Harddisk
  3. Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk
  4. Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa dengan cara mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.
Bagaimana menentukan komponen hard Yang rusak
Hard drive yang paling memungkinkan rusak secara fisik, dan mungkin di luar kemampuan perbaikan dengan perangkat lunak, jika ada gejala seperti berikut ini
  1. Ada masalah yang pasti pada bagian luar dari drive, kerusakan yang terlihat seperti chip dan/atau konektor.
  2. Hardisk tidak terdetteksi dalam system windows atau OS lain, Manajer Windows Device, dan dalam sistem BIOS.
  3. Hard Drive tetap diam (tidak ada suara spin-up, tidak ada terasa gerakan) ketika diaktifkan.
  4. Hard Drive memengeluarrkan suara klik berulang-ulang dengan keras ketika diakses, diikuti oleh suara berhenti drive dan kemudian berputar lagi. Windows biasanya hang atau “lamban” bekerja.
Kemungkinan tindakan Perbaikan
Sedikit yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hard drive di rumah, tanpa menggunakan peralatan khusus. Namun, disarankan untuk melakukan langkah-langkah tertentu untuk memastikan masalah yang benar dengan drive.
  1. Periksa koneksi. Melepaskan dan menyambungkan kembali kabel listrik dan data. Perhatikan kemungkinan konektor yang longgar.
  2. Periksa koneksinya lagi.
  3. Jika drive menggunakan sambungan USB (yaitu IDE-ke-USB converter), Lepaskan drive dari perangkat USB, kemudian pasang ke port IDE biasa.
  4. Jika ada, cobalah power supply unit yang berbeda, atau setidaknya perangkat yang berbeda pada PSU circuit yang sama.
  5. Jika ada, coba pasang hard drive ke port yang berbeda (sebaiknya ke controller yang berbeda).
Pemulihan data dalam kasus kegagalan fisik
Jika perangkat berkembang ke masalah fisik, melakukan perbaikan haruslah sangat hati-hati. Jika salah satu gejala di atas ada, pertimbangkan
Dalam kasus kerusakan terbatas (satu atau dua tempat buruk pada media)
  1. Gunakan Perangkat lunak pemulihan dengan ZAR , ini akan memakan waktu lebih lama dari biasanya tapi pasti selesai.
  2. Tingkat pemulihan ini akan menyebabkan penurunan kualitas dari hardisk tersebut.
Dalam kasus kerusakan besar,
  1. Jika perangkat ini tidak dapat diakses sama sekali (kegagalan sirkuit), perangkat lunak tidak dapat digunakan dalam upaya pemulihan. Intervensi secara fisik yang diperlukan.
  2. Jika perangkat hardisk dapat diakses, jalankan perangkat lunak pemulihan yang akan memakan waktu yang berlama untuk menyelesaikan. Selain itu, menjalankan software pemulihan memberi tekanan pada perangkat. Dan Ini mungkin tidak diinginkan.
Dalam kasus kerusakan besar, tidak ada gunanya mencoba melakukan upaya pemulihan data di rumah. Ada sedikit yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki perangkat rusak secara fisik tanpa peralatan khusus. Dalam hal ini, Anda memerlukan pemulihan data laboratorium.
Prediksi kerusakan Fisik harddisk
Hard drive modern memiliki kemampuan untuk memantau kesehatan mereka sendiri dan melaporkan status mereka ke sistem operasi. Fitur ini disebut “S.M.A.R.T. Namun, hasil pemantauan hanya baik jika Anda benar-benar melihat dan membaca laporan tersebut. Untuk mengambil advnatage dari kemampuan S.M.A.R.T, Anda harus menjalankan soaftare hard drive diagnostik, atau, lebih baik lagi, jika melakukannya sesering mungkin.
Sumber : dunovteck
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. hari3untoroZone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger